Artikel Kedokteran
Farmakologi Lactulosa
Lactulosa tidak dapat dihidrolisis oleh enzim disaccharidase di usus kecil, sehingga hanya diabsorbsi dalam jumlah kecil. Lactulosa terdegradasi dalam usus besar oleh flora bakterial menjadi asam lemak rantai pendek, terutama menjadi asam laktat dan asam asetat, sehingga mengurangi pH kolon dan meningkatkan tekanan osmotik di lumen usus.
Farmakologi Domperidone
Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja anti emetik. Efek antiemetik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastroprokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor “trigger zone” yang terletak diluar saluran darah otak di area postrema.
Pemberian oral domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongan lambungnya terhambat, dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat.
Indikasi
Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional
Untuk mual dan muntah akut.
Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu.
Kontra Indikasi
Penderita hipersensitif terhadap domperidone.
Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.
Dosis
Dispepsia fungsional :
Dewasa dan usia lanjut : 10-20 mg, 3 kali sehari dan jika perlu 10–20 mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu.
Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin) :
Dewasa (termasuk usia lanjut) : 10–20 mg, dengan interval waktu 4–8 jam.
Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,2–0,4 mg/Kg BB sehari, dengan interval waktu 4–8 jam.
Obat diminum 15–30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.
Efek Samping
Jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, tardive diskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson.
Peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorrhoea dan ginekomastia.
Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas dan gatal.
Interaksi Obat
Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin.
Pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidone.
Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas domperidone.
Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1½ jam setelah makan.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui.
Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang.
Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.